Ketika Sabar Punya Batas: Refleksi Jiwa Muda dari Siswa ATP SMK Ansoruna Hade Rancage
Sabar yang Punya Batas
Rendi Syahrull Mubarok
ATP – Agribisnis Tanaman PerkebunanSMK Ansoruna Hade Rancage, Purwakarta
Siswa vokasi dengan jiwa literasi yang kuat.
Purwakarta — Menjadi petani muda bukan hanya soal mengolah tanah, tetapi juga mengolah rasa. Rendi Syahrull Mubarok, siswa kelas ATP SMK Ansoruna Hade Rancage, membuktikan bahwa siswa vokasi pun punya kepekaan mendalam terhadap kehidupan.
Puisi "Sabar yang Punya Batas" lahir dari perenungan tentang ketidakseimbangan dalam hubungan. Tentang mereka yang selalu terdengar lebih keras, dan mereka yang memilih diam sambil terus memaklumi—hingga kesabaran itu menemui batasnya.
Karya ini menjadi bukti bahwa siswa SMK Ansoruna Hade Rancage tidak hanya unggul di bidang pertanian dan logistik, tetapi juga memiliki jiwa literasi yang kuat. Selamat, Rendi! Terus berkarya dan menebarkan inspirasi.