+62 831-1968-0369 info@smkahr.sch.id
Senin - Jumat, 07.00 - 13.00
Logo SMK AHR
SMK Ansoruna Hade Rancage Vokasi Agribisnis & Logistik

Membangun Generasi Cerdas dan Berkarakter, SMK Ansoruna Hade Rancage Gelar Pembiasaan Literasi dengan Artikel Kemendikdasmen

BOJONG, PURWAKARTA – Suasana berbeda terlihat di lingkungan SMK Ansoruna Hade Rancage pada Rabu pagi. Seluruh siswa tidak langsung masuk ke kelas seperti biasa, melainkan mengikuti kegiatan pembiasaan literasi yang rutin dilaksanakan setiap hari Rabu. Kali ini, kegiatan literasi menjadi lebih istimewa karena para siswa diajak membaca dan mendiskusikan berbagai artikel pendidikan yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.00 WIB ini diikuti oleh seluruh siswa dari berbagai jurusan, baik Agribisnis maupun Teknik Logistik. Mereka duduk dengan khidmat di kelas masing-masing, membaca artikel-artikel pilihan dari Kemendikdasmen yang telah disiapkan oleh para guru. Artikel yang dibaca beragam, mulai dari penguatan literasi dan numerasi, pendidikan karakter, hingga program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) yang digalakkan oleh pemerintah.

Kepala SMK Ansoruna Hade Rancage, Ibu Eli Asiah, S.Si., menyampaikan bahwa pemilihan artikel dari Kemendikdasmen sebagai bahan literasi bertujuan untuk memberikan wawasan yang lebih luas kepada siswa tentang kebijakan dan program pendidikan nasional.

"Kami ingin siswa tidak hanya terampil secara teknis di bidang agribisnis dan logistik, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan yang kuat dan memahami arah pembangunan pendidikan di Indonesia. Artikel dari Kemendikdasmen ini menjadi jembatan bagi mereka untuk mengenal kebijakan-kebijakan yang sedang berjalan, seperti penguatan literasi dan pendidikan karakter," ujar Ibu Eli Asiah.

Salah satu artikel yang menjadi perhatian siswa adalah tentang distribusi 5,5 juta buku bacaan bermutu yang dilakukan Kemendikdasmen melalui Badan Bahasa ke 24.600 sekolah di seluruh Indonesia. Program yang didukung anggaran Rp 40,66 miliar ini merupakan bagian dari implementasi Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia. Siswa juga diajak untuk memanfaatkan layanan Rumah Pendidikan yang menyediakan akses gratis buku digital, audio, dan video.

Selain itu, siswa juga membaca artikel tentang pendidikan karakter yang menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi tangguh menghadapi tantangan zaman. Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Arif Jamali, menekankan bahwa pendidikan karakter dapat diterapkan melalui integrasi dalam pembelajaran dan kegiatan kokurikuler.

Kegiatan literasi pagi ini juga membahas pentingnya membangun budaya membaca sejak dini. Dalam sebuah lokakarya membaca nyaring yang digelar Kemendikdasmen, Penasihat DWP Kemendikdasmen, Masmidah Abdul Mu'ti, menyampaikan bahwa budaya membaca tidak dapat tumbuh dengan sendirinya. Anak perlu didampingi, diberikan contoh, dan diciptakan suasana yang menyenangkan agar mereka mencintai buku.

Salah satu siswa mengungkapkan kegembiraannya mengikuti kegiatan literasi dengan artikel Kemendikdasmen. "Kami jadi tahu banyak hal tentang program-program pemerintah untuk pendidikan. Ternyata ada banyak buku gratis yang bisa diakses melalui Rumah Pendidikan. Kami juga jadi paham pentingnya pendidikan karakter dan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat," ucapnya antusias.

Kegiatan literasi pagi ini diakhiri dengan sesi diskusi ringan, di mana siswa saling berbagi pemahaman tentang artikel yang telah dibaca. Suasana semakin hidup ketika beberapa siswa maju ke depan kelas untuk menyampaikan kesimpulan dan pandangan mereka tentang isi artikel.

Dengan adanya pembiasaan literasi pagi setiap hari Rabu yang kali ini mengangkat artikel-artikel dari Kemendikdasmen, SMK Ansoruna Hade Rancage berharap dapat melahirkan generasi vokasi yang tidak hanya terampil, tetapi juga cerdas, berkarakter, dan berwawasan kebangsaan. SMK Ansoruna Hade Rancage, Sekolah Vokasi Berkarakter!